<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Purnawan Kristanto &#187; motivasi</title>
	<atom:link href="http://www.purnawankristanto.com/tag/motivasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.purnawankristanto.com</link>
	<description>All about writing minister</description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 Nov 2011 11:16:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Olah Strategimu</title>
		<link>http://www.purnawankristanto.com/2011/03/olah-strategimu/</link>
		<comments>http://www.purnawankristanto.com/2011/03/olah-strategimu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Mar 2011 00:34:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Purnawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[ide]]></category>
		<category><![CDATA[ilham]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.purnawankristanto.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[MEMBUAT blog itu sangat mudah dan murah. Menurut statistik yang dikeluarkan oleh Technorati pada tahun 2007, setiap hari ada lebih dari 120.000 blog baru. Angka ini mengisyaratkan satu hal: PERSAINGAN KETAT! Itu sebabnya jika saat ini Anda akan membuat blog, maka Anda harus membuat blog yang menonjol di antara kerumunan blog yang ada. Jika tidak, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 8px;" src="http://www.tonicmediablog.com/media/2009/04/blog.jpg" alt="blog" width="284" height="282" />MEMBUAT blog itu sangat mudah dan murah. Menurut statistik yang dikeluarkan oleh Technorati pada tahun 2007, setiap hari ada lebih dari 120.000 blog baru. Angka ini mengisyaratkan satu hal: PERSAINGAN KETAT! Itu sebabnya jika saat ini Anda akan membuat blog, maka Anda harus membuat blog yang menonjol di antara kerumunan blog yang ada. Jika tidak, maka sedikit orang yang akan meminati blog Anda. Buat apa susah-susah membuat blog jika tidak ada yang mengaksesnya?</p>
<p>Sebelum melangkah lebih jauh, sebaiknya Anda memeriksa diri lebih dulu apakah Anda memang cocok untuk memiliki blog atau tidak. Caranya dengan mengecek kesukaan Anda dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut.</p>
<p><em>Apakah Anda Suka Berselancar di Dunia Maya?</em></p>
<p>Untuk menjadi penulis blog yang baik, Anda harus menyisihkan banyak waktu untuk menjelajahi dunia internet. Ngeblog tidak berhenti setelah Anda selesai menulis dan mempublikasikannya. Anda masih punya tanggungjawab untuk mempromosikannya, menjawab komentar-komentar dari pengunjung, memperbaiki tulisan, dan mencari topik untuk tulisan berikutnya. Hal ini membutuhkan dedikasi dan komitmen untuk memberikan waktu, perhatian dan dana untuk beraktivitas di dunia internet. Jika Anda sangat menyukai dunia internet, maka Anda akan sangat menikmati aktivitas ngeblog.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Apakah Anda Suka Menulis?</em></p>
<p>Jika Anda tidak memiliki kerinduan untuk menulis, maka <em>ngeblog</em> tidak cocok untuk Anda. Sebagian besar aktivitas <em>ngeblog</em> adalah menulis, baik itu membuat tulisan baru, memberi komentar pada tulisan orang lain, menanggapi komentar orang lain pada tulisan Anda atau pun mendiskusikan topik tertentu. Jika Anda merasa belum mahir menulis, Anda tidak perlu khawatir karena keahlian menulis itu dapat dipelajari dan dilatih. Yang terpenting adalah Anda memiliki kerinduan (<em>passion</em>) untuk menulis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Apakah Anda Suka pada Topik Tertentu?</em></p>
<p>Anda harus benar-benar menyukai topik tertentu, sehingga Anda terdorong untuk membagikannya kepada orang lain, membujuk orang untuk mengaksesnya dan membuat mereka kembali lagi pada blog Anda di lain waktu. Jika Anda tidak memilikinya, maka Anda akan kesulitan untuk mengembangkan blog Anda. Dengan memiliki topik yang Anda sukai, maka setiap kali Anda <em>log in</em>, maka Anda melakukannya dengan senyum mengembang. Sebagai contoh, Anda menyukai alam dan memiliki hobi berpetualang. Dengan menetapkan penyelamatan alam sebagai topik blog Anda, maka Anda akan memiliki segudang bahan tulisan untuk ditambahkan pada blog Anda.</p>
<p><span id="more-65"></span></p>
<p><em>Apakah Anda Suka Berdisiplin?</em></p>
<p>Jika Anda menghendaki agar blog Anda menonjol, maka Anda harus berdisiplin dalam merawat dan memelihara blog Anda. Anda harus memberikan komitmen waktu, pikiran, dan dana untuk <em>ngeblog</em>, dan berdisiplin untuk menepatinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Apakah Anda Suka Mengungkapkan Pendapat dan Gagasan?</em></p>
<p>Sebagai seorang blogger, maka Anda harus berani mengungkapkan pendapat Anda pada seluruh komunitas maya.  Dalam dunia maya ini kita memang dimungkinkan untuk menyembunyikan identitas kita yang sebenarnya. Kita dapat mempublikasikan berbagai pendapat dan komentar menggunakan berbagai nama samaran. Namun karena kita akan bermaksud menyampaikan kabar baik, maka kita pun harus menunjukkan niat yang baik juga. Dalam hal ini kita perlu memberikan identitas yang sejujurnya. Intergritas dari pemberi pesan akan mempengaruhi penerimaan pesan yang disampaikan. Jika identitas seseorang belum jelas, maka si penerima pesan cenderung ragu-ragu untuk menerima pesan yang disampaikannya. Itu sebabnya, Anda harus suka mengungkapkan pendapat Anda secara terbuka, tanpa menggunakan identitas samaran.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Apakah Anda Suka Belajar Hal Baru dan tidak Alergi pada Teknologi?</em></p>
<p>Kegiatan ngeblog membutuhkan pengetahuan tentang dunia internet dan penguasaan program komputer. Teknologi <em>cyber</em> mengalami perkembangan yang pesat. Untuk itu kita harus bersedia untuk belajar pada hal-hal yang baru. Jika Anda merasa tidak menguasai seluk-beluk komputer, Anda tidak perlu khawatir. Dari hari ke hari, teknologi komputer dikembangkan supaya semakin ramah kepada pengguna (<em>user friendly</em>).  Yang penting Anda memiliki kesediaan untuk belajar. Dengan mengikuti perkembangan teknologi, maka blog Anda akan tetap eksis.</p>
<p><em>Apakah Anda Suka pada Tantangan?</em></p>
<p>Pemilik blog harus berani mengambil risiko untuk mengembangkan blognya sehingga diakses oleh banyak orang. Dia memandang hambatan sebagai peluang untuk menjajal kemampuannya dan untuk belajar hal-hal yang baru. Adrenalinnya memuncak setiap kali melihat ada tantangan yang dapat meningkatkan kualitas blognya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jika Anda memberikan jawaban “ya” pada pertanyaan-pertanyaan di atas, maka blog memang untuk Anda. Untuk lebih memantapkan tekad Anda, maka berikut ini disajikan sembilan manfaat yang diperoleh dengan ngeblog:</p>
<p><em>1. </em><em>Untuk Menunjukkan Sikap dan Pendapat Anda</em></p>
<p>Anda mungkin memiliki sikap dan pendapat terhadap sesuatu. Namun tidak semua media massa bersedia memuat sikap dan pendapat Anda ini. Blog memberi keleluasaan kepada Anda untuk melakukannya.</p>
<p><em>2. </em><em>Untuk Memasarkan atau Mempromosikan Sesuatu</em></p>
<p>Blog dapat digunakan untuk memasarkan atau mempromosikan karya Anda. Tidak hanya berupa benda, tapi bisa juga berupa jasa. Misalnya, jasa konsultasi perpajakan, jasa servis alat elektronik, jasa pengiriman dll. Selain itu juga dapat Anda manfaatkan untuk menawarkan pelayanan Anda. Misalnya, konseling, panggung boneka, pemutaran film, tempat retret, dll.</p>
<p><em>3. </em><em>Untuk Menolong Orang Lain</em></p>
<p>Ada banyak blog yang ditulis untuk menolong orang yang berada dalam kesulitan. Biasanya blog ini ditulis oleh orang yang pernah mengalami situasi tersebut. Misalnya blog untuk menolong pecandu narkoba, merokok atau minuman keras. Ada juga blog yang ditulis oleh orangtua yang memiliki anak autis, penderita kanker, pengidap HIV/AIDS, dll.</p>
<p><em>4. </em><em>Untuk Memantapkan Kepakaran</em></p>
<p>Blog dapat menjadi sarana seseorang untuk memantapkan kepakarannya di bidang tertentu. Misalnya, seorang pakar arkeologi rajin menampilkan tulisan-tulisannya menyangkut sejarah Indonesia. Dengan semakin banyak orang yang membaca tulisannya, maka semakin banyak orang yang tahu tentang kepakarannya di bidang tersebut.</p>
<p><em>5. </em><em>Untuk Menjalin Hubungan dengan Orang Lain</em></p>
<p>Blog dapat membantu kita berhubungan dengan orang lain yang tinggal di tempat yang sangat jauh. Kita tidak mungkin bertemu dengan mereka satu demi satu secara fisik. Namun dengan blog, kita dapat bertukar pikiran, tegur sapa dan memberi kabar kepada mereka. Kita dapat memiliki kenalan baru atau bahkan bertemu kembali dengan teman yang sudah lama tidak bertemu.</p>
<p><em>6. </em><em>Untuk Mempengaruhi Orang Banyak</em></p>
<p>Sebagai media komunikasi, blog dapat digunakan untuk mempengaruhi orang banyak dan membentuk pendapat umum. Namun hal tersebut tergantung pada kepiawaian Anda dalam mengemas pesan sehingga khalayak sepakat dengan pendapat Anda. Ini melibatkan teknik persuasi. Jika Anda ingin mengubah situasi sosial, Anda bisa memulainya dengan ngeblog.</p>
<p><em>7. </em><em>Untuk Menambah Pengetahuan</em></p>
<p>Bagaimana mungkin <em>ngeblog</em> bisa menambah pengetahuan? Bukankah kita yang justru memberi pengetahuan kepada orang lain dengan menulis di blog? Secara sekilas poin ini mungkin agak membingungkan. Maksudnya begini: Untuk menambahkan informasi yang bermanfaat kepada orang banyak, kita pun dituntut untuk selalu memutakhirkan pengetahuan kita. Sebuah teko tidak dapat mengisi gelas dengan air jika dirinya tidak mendapat pasokan air.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>8. </em><em>Untuk Menghasilkan Uang</em></p>
<p>Hal yang patut dipahami bahwa blog tidak otomatis menghasilkan uang. Namun kegiatan dari ngeblog ini dapat menciptakan peluang untuk menghasilkan uang. Salah satu metode yang sudah sangat dikenal adalah dengan memasang ad sense oleh Google. Dengan memasang iklan yang disediakan oleh Google di blog Anda, maka Google akan membayar pada Anda jika memenuhi syarat-syarat tertentu.  Metode lainnya adalah dengan mencari sendiri pemasang iklan di blog Anda. Semua usaha ini dapat berhasil jika blog Anda dibaca oleh banyak pengunjung. Karena itu, Anda harus bekerja keras merebut perhatian para penjelajah di internet.</p>
<p><em>9. </em><em>Untuk Bersenang-senang</em></p>
<p>Banyak orang yang mulai <em>ngeblog</em> karena iseng saja. Mereka membuat blog hanya untuk bersenang-senang dan menyalurkan kreativitas mereka. Misalnya, ada <em>blogger</em> yang memiliki hobi menggambar kartun. Daripada tersimpan sia-sia, maka dia memajang hasil karyanya itu di blog.</p>
<p>***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Apa pun motivasi dalam ngeblog, Anda perlu membuat rencana strategis supaya blog Anda tidak tenggelam di antara lautan blog. Dalam kehidupan nyata, Anda tidak akan keluar dari rumah tanpa menetapkan kemana akan pergi dan menggunakan apa. Demikian juga dalam membuat blog, Anda harus menetapkan tujuan dengan jelas. Dengan begitu, Anda tidak akan kebingungan karena setiap aktivitas Anda dalam ngeblog dipandu oleh rencana strategis ini.</p>
<p>Entah Anda masih baru atau sudah lama memiliki blog, Anda perlu berhenti sejenak untuk merumuskan rencana strategis. Proses ini hanya berlangsung singkat, tidak lebih dari 30 menit tergantung keseriusan Anda dalam melakukannya. Keberhasilan dan kegagalan blog Anda akan sangat dipengaruhi oleh faktor ini. Orang bijak berkata: “Orang yang gagal membuat rencana itu berarti sudah membuat rencana untuk gagal.”</p>
<p>Dalam dunia jurnalistik rumus “5W + 1H” ini sudah sangat terkenal dan merupakan elemen dasar dalam penulisan berita. Kita dapat meminjam rumus ini membuat rencana strategis blog kita.</p>
<p><em>Who</em> (Siapa) yang menjadi sasaran blog?</p>
<p>Tetapkan dengan jelas siapa (orang) yang akan membaca tulisan Anda? Caranya dengan melakukan analisis demografis dan analisis psikografis audiens atau khalayak.  Yang dimaksud demografi adalah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia. Meliputi di dalamnya ukuran, struktur, dan distribusi penduduk, serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran, kematian, migrasi, serta penuaan. Sedangkan analisis demografi dapat merujuk masyarakat secara keseluruhan atau kelompok tertentu yang didasarkan kriteria seperti pendidikan, kewarganegaraan, agama, atau etnisitas tertentu.</p>
<p>Dengan analisis demografis ini, Anda perlu mengumpulkan informasi-informasi demografis audiens Anda, yang mencakup umur, jenis kelamin, pendidikan dan, tempat tinggal. Berbekal informasi ini, Anda dapat mengenal audiens Anda sehingga lebih mudah mengemas pesan yang sesuai dengan mereka.</p>
<p>Misalnya, <em>audiens</em> Anda memiliki data demografis berikut: Umur: 20-40 tahun; Jenis kelamin: laki-laki 45 %, perempuan 55%; Pendidikan: SMA; Tempat tinggal: kota. Berdasarkan informasi tersebut, kita dapat mengemas tulisan yang menyentuh kehidupan perempuan atau pria dewasa yang tinggal di perkotaan, dengan tingkat pendidikan minimal SMA. Sedangkan analisis psikografi digunakan untuk mengetahui karakteristik psikologis audiens berdasarkan dua variabel, yaitu gaya hidup dan kepribadian. Gaya hidup adalah mode kehidupan seseorang yang meliputi aktivitas dan minat mereka.</p>
<p>Selain gaya hidup, kita dapat memahami perilaku <em>audiens</em> dengan mengetahui kepribadiannya. Dibandingkan dengan gaya hidup, kepribadian dapat menunjukkan pola hidup yang lebih konsisten dan ajeg.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>What</em> (Apa) yang akan Anda sampaikan kepada khalayak?</p>
<p>Hal ini menyangkut pesan yang Anda sampaikan kepada orang banyak. Ibarat orang yang sedang berjualan, pesan adalah barang dagangan Anda. Jenis barang yang Anda jajakan akan mempengaruhi keputusan orang lain untuk membelinya dan kembali lagi ke toko Anda di lain waktu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Where</em> (dimana) Anda akan menempatkan pesan itu?</p>
<p>Tentu saja di dalam blog. Meski begitu, ada berbagai jenis blog yang ada. Ada yang gratisan maupun berbayar. Anda perlu menentukan jenis blog yang sesuai dengan jenis pesan dan khalayak yang Anda tuju. Ada blog yang digemari remaja, ada blog lain yang digemari oleh golongan yang lebih dewasa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>When</em></strong><strong> (kapan) Anda akan mengurus blog Anda?</strong></p>
<p>Hal ini menyangkut kebiasaan Anda untuk ngeblog. Anda harus memutuskan seberapa banyak Anda menyisihkan waktu untuk ngeblog. Misalnya, setiap hari selama satu jam, atau setiap akhir pekan. Terserah pada komitmen dan pengaturan waktu Anda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Why </em>(mengapa) Anda membuat blog ini?</p>
<p>Anda harus memiliki alasan yang jelas di dalam membuat blog. Anda perlu bertanya pada diri sendiri: Untuk apa aku mengorbankan waktu, tenaga, pikiran dan uang untuk ngeblog? Apakah ini akan membantu aku mencapai tujuan yang telah ditetapkan Tuhan bagiku?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>How </em>(Bagaimana) Anda akan mencapai tujuan itu menggunakan strategi ini?</p>
<p>Misalnya, tujuan Anda adalah memperlengkapi guru-guru Sekolah Minggu sehingga menjadi pelayan Tuhan yang efektif. Maka merumuskan cara untuk mencapai tujuan itu:</p>
<ul>
<li>Memberikan bahan-bahan pengajaran yang baik</li>
<li>Menjalin komunikasi dan jaringan dengan sesama Guru Sekolah Minggu</li>
<li>Memberikan informasi mutakhir tentang acara pelatihan, seminar, workshop, dll</li>
</ul>
<p>Berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan Guru Sekolah minggu dalam mengajar.</p>
<p>Dikutip dari &#8220;Blog Gospel&#8221;, diterbitkan oleh Inspirasi, Jakarta</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://s233.photobucket.com/albums/ee291/purnawankristanto/rupa-rupa/?action=view&amp;current=bloggospel.jpg" target="_blank"><img src="http://i233.photobucket.com/albums/ee291/purnawankristanto/rupa-rupa/bloggospel.jpg" border="0" alt="Blog Gospel" width="190" height="309" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.purnawankristanto.com/2011/03/olah-strategimu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Saya Menulis?</title>
		<link>http://www.purnawankristanto.com/2010/04/mengapa-saya-menulis/</link>
		<comments>http://www.purnawankristanto.com/2010/04/mengapa-saya-menulis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Apr 2010 11:38:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Purnawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.purnawankristanto.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa saya memutuskan menekuni kepenulisan? Saya bingung untuk menjawabnya, sama bingungnya ketika ditanya mengapa saya memiliki iman Kristen? Keputusan untuk menjadi penulis atau menghayati iman Kristen merupakan proses yang sangat panjang dan saya tidak tahu sejak kapan itu bermula. Keputusan untuk menjadi penulis itu tidak melalui pengalaman spektakuler atau alasan luarbiasa. Saya baru saja membaca kisah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengapa saya memutuskan menekuni kepenulisan? Saya bingung untuk menjawabnya, sama bingungnya ketika ditanya mengapa saya memiliki iman Kristen? Keputusan untuk menjadi penulis atau menghayati iman Kristen merupakan proses yang sangat panjang dan saya tidak tahu sejak kapan itu bermula.</p>
<div>Keputusan untuk menjadi penulis itu tidak melalui pengalaman spektakuler atau alasan luarbiasa. Saya baru saja membaca kisah tentang <a href="http://www.youtube.com/watch?v=0t_lCNG6gy4">Joni Ereackson Tada</a>, seorang penulis buku dan pembicara motivasional. Dia memutuskan untuk menulis buku setelah melelui peristiwa dramatis yang hampir saja merenggut hidupnya. Namun beda dengan saya, keputusan untuk menekuni dunia literatur ini merupakan proses kehidupan berpuluh-puluh tahun. Sejak kecil, bapak saya sudah mengenalkan berbagai macam bacaan. Meskipun tinggal di pelosok Gunungkidul yang saat itu masih terpencil, namun bapak sering membelikan majalah Si Kuncung, Cip Cop, Ananda, Mop, Gatotkaca, atau Bobo untuk anak-anaknya. Setiap hari ketika majalah itu terbit, kami selalu merindukan bunyi bel sepeda yang menandakan bapak pulang dari mengajar. Itu artinya dia membawa oleh-oleh favorit kami yaitu majalah anak-anak. Setiap Minggu, bapak juga membeli koran Sinar Harapan edisi Minggu. Lewat koran ini, saya mengenal dan mengagumi penyair cilik bernama Omi Intan Naomi [almarhumah].</div>
<div><span id="more-3"></span></div>
<div>Selain itu, bapak saya juga pernah sekali-kali menulis untuk media massa, meskipun tidak banyak yang dimuat. Namun salah satu tulisannya, kalau tidak salah, malah pernah dimuat di koran Kompas.</div>
<div>Saat memasuki usia remaja, saya mulai senang menulis naskah-naskah drama yang dipentaskan pada acara-acara gereja. Ketika SMA, saya mengelola majalah dinding di sekolah. Di sini saya mulai berminat pada dunia sastra. Ketika tiba saatnya untuk memilih jurusan saya justru memilih jurusan sastra/budaya [A4]. Mungkin saya adalah satu-satunya siswa yang menempatkan jurusan A4 pada pilihan pertama, sementara teman-teman saya yang lain bersaing sekuat tenaga untuk dapat masuk jurusan A1 atau jurusan A2 yang konon jurusan favorit.</div>
<div>Meski berada di kelas &#8220;buangan&#8221; [teman-teman sekelas saya adalah murid-murid yang tidak dapat masuk jurusan A1-A3. Maka alternatif terakhir adalah jurusan A4], namun saya tidak pernah menyesalinya. Bersama teman-teman, kami justru sangat menikmati proses belajar-mengajar yang berlangsung sangat menyenangkan. Kami tidak pernah dipusingkan urusan rumus-rumus kimia atau fisik. Pun tidak perlu menghitung angka-angka.</div>
<div>Karena menempati rangking I. saya mendapat jatah untuk mengikuti Program Penulusuran Bibit Unggul Daerah oleh UGM, sebuah program seleksi tanpa test. Saya memilih jurusan sastra Jepang, tetapi tidak lolos. Setelah itu, mengikuti Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri [UMPTN]. Saya memilih sastra Inggris, tetapi tidak diterima. Saya memutuskan untuk ikut UMPTN lagi tahun berikutnya. Sembari menunggu, saya ikut kursus komputer programmer yunior di UPT Komputer.</div>
<div>Tahun berikutnya saya diterima di jurusan komunikasi . Saya mulai mengasah kemampuan menulis dengan aktif di lembaga pers kampus. Pada mulanya, saya mencoba &#8220;peruntungan&#8221; dengan bergabung di Lembaga Pers dan Penerbitan Mahasiswa [LPPM] tingkat universitas yang menerbitkan tabloid &#8220;Bulaksumur&#8221; dan majalah &#8220;Balairung&#8221;. Kedua media ini cukup kritis dalam menanggapi kebijakan-kebijakan rezim Orde Baru. Namun sebagai orang berasal dari desa, saya merasa kesulitan beradaptasi dengan pola pergaulan di LPPM ini. Saya lalu memilih beraktivitas pada lembaga pers berlingkup lebih kecil yaitu milik jurusan ilmu komunikasi. Mereka menerbitkan tabloid &#8220;Swara.&#8221; Di tabloid inilah saya bertemu dengan penulis yang saya kagumi sejak saya masih anak-anak yaitu Omi Intan Naomi. Saat itu dia menjadi pemimpin redaksinya. Di sini saya mulai mencicipi lika-liku penerbitan pers, meski masih dalam ruang lingkup kampus. Namun setidaknya pernah merasakan diintimidasi intel dari Korem Jogja karena menyelenggarakan diskusi tentang pembreidelan majalah Tempo, Editor dan tabloid Detik. Dua tahun kemudian, saya menduduki posisi pemimpin redaksi di tabloid Swara ini.</div>
<div>Tidak puas dengan aktivitas di kampus, saya lalu bergabung pada sebuah LSM yang bergerak di bidang perlindungan konsumen. Kuatnya proteksi pemerintah Orba terhadap pengusaha membuat konsumen sebagai pihak yang dikalahkan. Melalui LSM ini saya dilatih untuk menulis pamflet, brosur dan artikel yang memperjuangkan kepentingan konsumen. Artikel pertama saya dimuat di majalah Warta Konsumen, Jakarta. Setelah itu mencoba mengirimkan opini ke koran Bernas. Untuk memikat perhatian redaktur, saya menempelkan nama Nunuk P Murniati, setelah minta izin kepadanya, seolah-olah opini ini ditulis berdua. Padahal semuanya adalah tulisan saya. Bu Nunuk hanya membacanya, lalu memberi persetujuan. Karena nama bu Nunuk sudah dikenal redaktur, maka opini saya itu dimuat. Honornya sih tidak seberapa, tetapi kepercayaan diri yang timbul setelah tulisan dimuat, itulah yang tak ternilai. Selanjutnya saya mulai berani mengirimkan artikel tentang perlindungan konsumen ke berbagai media.</div>
<div>Selain melakukan advokasi kepada pemerintah, LSM kami juga mengorganisasi masyarakat di tingkat akar rumput. Kami banyak melakukan pelatihan, ceramah, dan lokakarya kepada masyarakat. Di dalam setiap kegiatan ini, biasanya kami menyelipkan permainan [game] untuk menggairahkan peserta. Lalu saya punya gagasan untuk menulis dan mengumpulkan permainan tersebut ke dalam sebuah buku. Saya menawarkan naskah tersebut ke penerbit Andi, yang kemudian diterbitkan dengan judul &#8220;77 Permainan Asyik&#8221; pada tahun 2000, yang sudah dicetak ulang lebih dari dua belas kali.</div>
<div>Berkat buku ini, saya lalu ditawari untuk bergabung dengan majalah BAHANA sebagai redaksi. Di sini, saya dipertemukan dengan penulis yang juga saya kagumi sejak remaja, yaitu Xavier Quentin Pranata. Meski dikenal sebagai penulis senior, namun dia cukup hangat, rendah hati dan tidak pelit dalam berbagi ilmu. Dari pemimpin redaksi BAHANA ini saya belajar tentang menulis yang lincah, ngepop namun elegan. Berbagai persoalan keagamaan yang biasanya membuat kening berkerut dapat disajikannya dengan enteng, mudah dicerna, namun tidak mengabaikan kedalaman isi.</div>
<div>Kebetuntungan lainnya, saya lebih mudah mengakses para pengelola penerbitan buku karena kami bekerja di bawah satu atap dan satu sayap. Maka, naskah-naskah buku saya berikutnya mengalir dengan mulus dalam penerbitannya. Dengan mengobrol dengan para editor saya mulai tahu tema-tema apa yang &#8220;disukai&#8221; oleh pembaca.</div>
<div>***</div>
<div>Persoalan muncul ketika saya bersiap menikah. Calon isteri saya adalah seorang rohaniwan yang melayani di kota lain. Jaraknya sekitar 30 km dari kota Yogyakarta. Dimana kami harus menetap setelah menikah nanti? Bagi isteri saya, untuk berpindah tempat pelayanan itu tidak semudah membalik telapak tangan. Satu-satunya pilihan adalah saya berpindah ke kota calon isteri saya. Namun bagaimana dengan pekerjaan saya? Apakah saya harus menjadi komuter setiap hari? Saat itu, muncul gagasan untuk menekuni dunia penulisan buku ini secara penuh waktu. Selama ini, saya menulis buku hanya sebagai pekerjaan sambilan saja. Meski begitu, masih ada keraguan besar, apakah pilihan ini cukup layak untuk dijalani? Bagaimana jika buku saya tidak laku? Bagaimana dengan status sosial saya? Apakah masyarakat dan keluarga sudah siap melihat saya yang tidak pernah pergi ke kantor?</div>
<div>Ibarat orang yang akan belajar renang, saya masih ragu-ragu untuk mencemplungkan diri ke kolam renang. Lalu tiba-tiba ada orang yang mengangkat tubuh saya dan melemparkan ke kolam renang. Saya terkesiap dan dengan tergagap-gagap saya berusaha menyelamatkan diri. Paru-paru saya kemasukan sedikit air, pandangan mata kabur dan saya murka dengan orang yang melemparkan saya. Namun ketika mulai tenang, saya bisa mengendalikan seluruh kehidupan saya. Begitulah yang terjadi. Terjadi konflik di tempat kerja. Meskipun tidak berada pada pusaran konflik, saya dan teman justru yang dikeluarkan oleh perusahaan.</div>
<div>Hikmahnya, saya &#8220;dipaksa&#8221; untuk menyeriusi dunia penulisan buku. Saya bisa lebih leluasa mengembangkan diri. Kalau menurut ustilah John Maxwell, saya bisa lebih memperbesar lingkaran pengaruh. Saya juga punya waktu yang lebih lega. Sampai saat ini saya sudah menghasilkan lebih dari 27 naskah buku. Selain itu, saya juga menerjemahkan, menyunting buku dan enulis renungan-renungan singkat. Gabungan antara pendapatan saya dari menulis dan penghasilan isteri ini sudah dapat mencukupi kehidupan kami. Meskipun tidak berlebih, namun masih ada uang yang dapat disisihkan tiap bulan untuk ditabung; dan juga dapat menyumbang sedikit bantuan untuk beasiswa.</div>
<div>Berikut buku yang pernah saya tulis:</div>
<div>a. Seri Permainan Asyik [4 judul], penerbit Andi Jogja</div>
<div>b. Seri Permainan Asyik [2 judul], penerbit Metanoia</div>
<div>c. Cara Jitu Bikin Seru Sekolah Minggu, penerbit Gloria</div>
<div>d. Humor Cinta, penerbit Andi</div>
<div>e. Seri Humor Ceria [8 judul]</div>
<div>f. My Blessed Family, BPK Gunung Mulia</div>
<div>g. Tuhan Yesus tidak Tidur [2 jilid]. Penerbit Andi</div>
<div>h. Pendidikan Agama Kristen SMP [3 judul], Sunda Kelapa.</div>
<div>i. Kepakkan Sayapmu, Manna Publishing</div>
<div>j. Bijak Belanja, Pustaka Konsumen</div>
<div>k. Bible Secret Code, penerbit Andi</div>
<div>l. Misteri Gerbong Tua [novel remaja], penerbit Metanoia</div>
<div>m. Blog Go Gospel [proses terbit]. Penerbit BPK Gunung Mulia</div>
<div>Masih ada beberapa buku yang ditulis bersama penulis lain.</div>
<div>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</div>
<p>Update: Tulisan ini merupakan bagian dari jawaban saya terhadap wawancara tertulis yang diajukan oleh <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=209815448222">majalah Inside</a>. Untuk melihat tulisan lengkapnya, silakan tunggu terbitnya majalah Inside, edisi depan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.purnawankristanto.com/2010/04/mengapa-saya-menulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

