<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Purnawan Kristanto &#187; blog</title>
	<atom:link href="http://www.purnawankristanto.com/tag/blog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.purnawankristanto.com</link>
	<description>All about writing minister</description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 Nov 2011 11:16:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Gaet Peluang Blog</title>
		<link>http://www.purnawankristanto.com/2011/03/gaet-peluang-blog/</link>
		<comments>http://www.purnawankristanto.com/2011/03/gaet-peluang-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Mar 2011 00:27:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Purnawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.purnawankristanto.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[INDONESIA tak selalu kalah jika harus bersaing dengan negara maju macam Jerman, Italia dan Prancis. Buktinya, di ranah blog WordPress, negara kita bisa mengalahkan ketiga negara Eropa tersebut. Demikian berita yang dilansir oleh situs berita www.detikinet.com. Kedigdayaan Indonesia ini dilihat dari bahasa yang tersebar di layanan blog WordPress.com. Menurut data per Desember 2008, bahasa Indonesia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://www.bloggingjunction.com/wp-content/uploads/2010/12/monetize-blog.jpg" alt="peluang" width="300" height="300" />INDONESIA tak selalu kalah jika harus bersaing dengan negara maju macam Jerman, Italia dan Prancis. Buktinya, di ranah blog WordPress, negara kita bisa mengalahkan ketiga negara Eropa tersebut. Demikian berita yang dilansir oleh situs berita www.detikinet.com. Kedigdayaan Indonesia ini dilihat dari bahasa yang tersebar di layanan blog WordPress.com. Menurut data per Desember 2008, bahasa Indonesia digunakan oleh 5 persen blog di WordPress. Sementara blog berbahasa Jerman, Perancis dan Italia masing-masing hanya digunakan tak lebih dari 2 persen.</p>
<p>&#8220;Ada sekitar 300 ribu blog yang mengunakan bahasa Indonesia di WordPress. Namun itu bisa saja pemilik blog tersebut tak berada di Indonesia,&#8221; ujar perintis WordPress Matt Mullenweg. Di antara negara-negara pengakses WordPress.com, Indonesia memang merupakan negara yang memiliki trafik tertinggi dibanding negara lain. WordPress.com tercatat menduduki peringkat ke-8 terbesar jumlah pengaksesnya dibandingkan situs lain di Indonesia. &#8220;Selain itu, Indonesia juga menjadi negara dengan pertumbuhan blog WordPress tercepat kedua,&#8221; tandas Mullenweg.</p>
<p>Fenomena ini sesuai dengan data APJI yang menunjukkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia mengalami pertumbuhan yang luarbiasa.  Pada tahun 1998, hanya tercatat 512 ribu pengguna internet. Setahun berikutnya, jumlahnya melonjak hampir dua kali lipatnya. Jumlahnya terus bertambah secara mencengangkan hingga menembus angka 25 juta pengguna dalam satu dekade. Sementara itu lembaga riset digital comScore, jumlah pengguna internet di seluruh muka bumi ini hingga awal tahun 2009 sudah melampaui angka 1 miliar.</p>
<p><span id="more-63"></span></p>
<div>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="50%">
<tbody>
<tr>
<td>Tahun</td>
<td>Pelanggan</td>
<td>Pemakai</td>
</tr>
<tr>
<td>1998</td>
<td>134.000</td>
<td>512.000</td>
</tr>
<tr>
<td>1999</td>
<td>256.000</td>
<td>1.000.000</td>
</tr>
<tr>
<td>2000</td>
<td>400.000</td>
<td>1.900.000</td>
</tr>
<tr>
<td>2001</td>
<td>581.000</td>
<td>4.200.000</td>
</tr>
<tr>
<td>2002</td>
<td>667.002</td>
<td>4.500.000</td>
</tr>
<tr>
<td>2003</td>
<td>865.706</td>
<td>8.080.534</td>
</tr>
<tr>
<td>2004</td>
<td>1.087.428</td>
<td>11.226.143</td>
</tr>
<tr>
<td>2005</td>
<td>1.500.000</td>
<td>16.000.000</td>
</tr>
<tr>
<td>2006</td>
<td>1.700.000</td>
<td>20.000.000</td>
</tr>
<tr>
<td>2007*</td>
<td>2.000.000</td>
<td>25.000.000</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p><em>Tabel : Perkembangan Jumlah Pelanggan &amp; Pemakai Internet (kumalatif)</em><em><br />
<em>* perkiraan s/d akhir 2007</em></em></p>
<p>Inilah peluang baru untuk pekabaran Injil. Kita perlu memanfaatkan blog sebagai media untuk menyatakan kabar baik dari Allah. Inilah dunia pelayanan baru, yaitu pelayanan literatur menggunakan blog</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Apa itu Blog?</strong></p>
<p>”Blog” merupakan singkatan dari kata <em>&#8220;web+ log&#8221;</em> yang artinya catatan di dalam web. Istilah &#8220;weblog&#8221; pertama kali dilansir oleh <a title="Jorn Barger" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jorn_Barger">Jorn Barger</a> pada 17 Desember 1997. Sedangkan singkatan &#8220;blog,&#8221; dibuat oleh Peter Merholz, yang sebenarnya membuat plesetan dari kata <em>weblog</em> menjadi <em>we blog</em> di blog Peterme.com. Tak lama kemudian,  <a title="Evan Williams (blogger)" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Evan_Williams_%28blogger%29">Evan Williams</a> pada perusahaan <a title="Pyra Labs" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pyra_Labs">Pyra Labs</a> menggunakan kata &#8220;blog&#8221; sebagai kata benda dan kata kerja (&#8220;<em>to blog</em>&#8221; atau <em>ngeblog</em> berarti menyunting weblog atau memasang tulisan baru di weblog), kemudian semakin mempopulerkannya dengan meluncurkan produk  <a title="Blogger (service)" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Blogger_%28service%29">Blogger</a> .</p>
<p>Catatan-catatan (yang disebut sebagai <em>posting</em>)pada blog sebenarnya menyerupai tulisan pada sebuah halaman web umum. Bedanya, tulisan-tulisan blog lebih sering diperbaharui dan dimuat dalam urut terbalik dengan menganut prinsip ”f<em>irst in-first out</em>”. Tulisan yang paling baru berada di urutan paling atas, diikuti dengan tulisan yang lebih lama ada di bawahnya.</p>
<p>Media blog pertama kali dipopulerkan oleh Blogger.com, yang dimiliki oleh PyraLab sebelum akhirnya  diakuisi oleh Google.Com pada akhir tahun 2002. Semenjak itu, banyak terdapat aplikasi-aplikasi yang bersifat gratis dan dapat digunakan oleh siapa saja.</p>
<p>Blog sesungguhnya adalah website juga. Namun pada website normal ada satu masalah kronis yang menghalangi orang untuk menambahkan konten baru – yaitu masalah teknis. Meskipun sudah ada CMS (<em>Content Management System</em>) yang canggih, pembuatan website masih di luar jangkauan pengguna web umumnya.</p>
<p>Blog sudah mengubah hal ini. Mereka menyediakan sebuah sistem publikasi konten yang begitu mudah digunakan oleh kebanyakan pengguna web. Dengan sedikit latihan, mereka bisa mempublikasikan konten ke <em>World Wide Web</em>.</p>
<p>Membuat webiste normal itu dapat diibaratkan dengan orang yang akan membauat toko. Dia harus membeli atau menyewa lahan lebih dulu, kemudian membuat rancangan bangunan toko, menyewa tukang untuk membangunnya, lalu mengisi toko dengan barang-barang dagangan. Hal yang sama harus dilakukan oleh pemilik website normal:</p>
<p>1.      Dia harus membeli nama domain (nama toko)</p>
<p>2.      Menyewa <em>webhosting</em> (lahan toko)</p>
<p>3.      Merancang tampilan dan membangun situs</p>
<p>4.      Mengisi situs dengan tulisan, gambar, audio dan/atau video.</p>
<p>Sedangkan dalam blog, langkah 1-3 dapat dilewati. Anda cukup memasukkan data-data yang dibutuhkan, seperti nama pengguna (<em>user name</em>), kata sandi (<em>password</em>), nama blog, dan alamat email. Maka dalam waktu kurang dari 10 menit, Anda sudah memiliki blog sendiri. Anda sudah dapat langsung memajang ”barang dagangan” berupa tulisan, gambar, audio dan/atau video di blog Anda.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Kelebihan Blog</p>
<p><strong><em>1.</em></strong><strong><em>Murah</em></strong></p>
<p>Ada banyak penyedia blog gratisan yang dapat Anda gunakan. Misalnya blogger.com, wordpress.com, multiply.com, blog.360.yahoo.com, blogdrive.com, blogsome.com, livejournal.com, dan sebagainya.</p>
<p><strong><em>2. </em></strong><strong><em>Mudah</em></strong></p>
<p>Tidak membutuhkan peralatan dan software khusus. Yang dibutuhkan hanyalah  alamat email, sambungan internet dan bowser. Jika Anda tidak punya komputer atau sambungan internet, maka Anda menyewa di warung internet.</p>
<p>Cara penggunaannya pun tidak terlalu rumit. Para penyedia blog sudah merancang supaya fasilitas-fasilitas yang dibuat seramah mungkin kepada pengguna awam (<em>user friendly</em>). Jika Anda terbiasa menggunakan email berbasis web, maka Anda tidak akan menemui kesulitan untuk menggunakan blog.</p>
<p><strong><em>3. </em></strong><strong><em>Menarik</em></strong></p>
<p>Jika tidak puas dengan tampilan <em>default</em>, pada beberapa blog Anda masih dimungkinkan untuk mengganti atau memodifikasi tampilan <em>template</em>. Anda juga dapat menggunakan <em>template</em> gratisan yang banyak tersedia di internet. <em>Template </em>yang disediakan sudah cukup berjiwa seni, dengan paduan warna yang cukup manis Anda juga dapat menambahkan <em>widget</em> dan <em>plugin</em> untuk membuat blog Anda semakin atraktif. Misalnya, <em>counter</em> pengunjung, kata-kata mutiara, album foto, buku tamu, tautan, dll.</p>
<p><strong><em>4. </em></strong><strong><em>Mutual</em></strong></p>
<p>Blog mengizinkan orang untuk meninggalkan komentar. Revolusi yang bisa dilihat pada blog dibandingkan dengan website tradisional adalah tambahan fungsi komentar ini. Pada setiap artikel yang dipublikasikan di blog memiliki formulir yang mengizinkan siapa pun untuk memberikan komentar pada artikel tersebut.</p>
<p>Perubahan itu mengubah sifat komunikasi website dari komunikasi satu arah, menjadi alat komunikasi dua arah. Para pembaca bisa dengan mudah berkomunikasi dengan penulis, memulai diskusi yang dimulai dari sebuah artikel yang sedang dibaca, atau memberikan umpan balik lainnya.</p>
<p><strong><em>5. </em></strong><strong><em>Mutakhir</em></strong></p>
<p>Masalah besar lain yang menjadi wabah pada website tradisional adalah sifat statis mereka. Untuk menambahkan konten yang baru pada website dibutuhkan dua keahlian, yaitu keahlian menulis dan keahlian teknis seperti menguasai HTML, FTP dan serverweb. Namun dalam blog, keribetan ini dapat dipangkas. Sepanjang Anda masih ingat <em>username</em> dan <em>password</em> serta memiliki akses internet, Anda dapat menambahkan konten baru kapan saja dan dimana saja. Bahkan sekarang ini ada blog yang dapat diupdate dengan mengirimkan SMS dari <em>handphone</em> Anda.</p>
<p>Selain itu, ada fasilitas <em>Feed<strong> </strong></em>yang memudahkan Anda untuk berbagi konten dengan sesama pengguna blog. Dengan memasang tautan <em>feed</em> blog teman Anda , maka blog Anda juga akan menampilkan konten terkini yang ada pada blog teman.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>6. </em></strong><strong><em>Minus Sensor</em></strong></p>
<p>Kalau Anda menulis untuk media cetak, maka tulisan Anda harus bersaing dengan puluhan atau bahkan ratusan tulisan lainnya. Padahal ruang pemuatan untuk media cetak sangat terbatas. Hanya tulisan yang terbaik yang akan dimuat. Seandainya Anda mampu menulis dengan baik, hal itu belum menjamin tulisan Anda akan lolos dari meja redaksi jika tulisan Anda tidak sesuai dengan kebijaksanaan media yang bersangkutan.</p>
<p>Namun berbeda dengan blog, Anda bebas mengekspresikan diri Anda. Tidak ada yang akan menyensor tulisan Anda sebelum diterbitkan. Di sini, pengguna blog dituntut untuk bersikap dewasa dengan melakukan swa-sensor supaya tulisannya tidak melanggar batas-batas kesopanan, etika dan hukum.</p>
<p><strong><em>7. </em></strong><strong><em>Menyebar</em></strong></p>
<p>Dengan memasang tulisan di internet, maka gagasan Anda dapat diakses oleh orang di seluruh dunia (sepanjang mereka memahami bahasa yang Anda gunakan). Blog saya yang menggunakan bahasa Indonesia tidak hanya diakses oleh orang yang ada di Indonesia, tapi juga orang-orang yang berada di Amerika, China, Australia, Singapura dan berbagai negara lain.</p>
<p>Bandingkan jika kita hanya menyebarkan gagasan tersebut melalui koran atau buku. Karena keterbatasan persebaran, maka tulisan kita hanya dibaca oleh orang-orang yang ada di Indonesia. Apalagi kalau kita menyebarkannya hanya secara lisan.</p>
<p>****</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Buku ini tidak akan membahas cara membuat blog dan aspek teknis lainnya. Saat ini sudah ada banyak buku panduan yang membahas cara membuat dan mengembangkan blog. Anda dapat membeli dan mempelajari sesuai dengan jenis blog yang Anda sukai.</p>
<p>Buku ini akan lebih banyak membahas bagaimana cara merawat dan mengembangkan blog dengan cara menambahkan konten-konten baru yang menarik, bermanfaat dan bermutu. Karena sifatnya yang gratis dan mudah dibuat maka banyak orang yang terburu-buru membuat blog. Namun setelah itu mereka melalaikan blog tersebut. Mereka tidak tahu harus diapakan terhadap blog tersebut. Itu sebabnya buku akan mengupas tentang teknik menggaet ide, merumuskan kerangka karangan, membuat tulisan yang menarik dan cara memperindah blog Anda.</p>
<p>Jika saat ini Anda belum memiliki blog, buatlah blog sekarang. Jika Anda sudah memiliki blog, inilah saatnya untuk mengelola blog dengan lebih tekun dan serius. Ingatlah perkataan Mark Twain, seorang pengarang kenamaan: <em>&#8221; Dua puluh tahun lagi sejak sekarang, engkau akan kecewa karena tidak melakukan apa yang seharusnya kau lakukan.  Angkatlah sauhmu. Tinggalkan dermaga aman. Kembangkanlah layarmu.  Jelajahi! Impikan! Temukan!&#8221; </em>Jangan sampai Anda menyesal 20 tahun nanti.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dikutip dari &#8220;Blog Gospel&#8221;, diterbitkan oleh Inspirasi, Jakarta</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://s233.photobucket.com/albums/ee291/purnawankristanto/rupa-rupa/?action=view&amp;current=bloggospel.jpg" target="_blank"><img src="http://i233.photobucket.com/albums/ee291/purnawankristanto/rupa-rupa/bloggospel.jpg" border="0" alt="Blog Gospel" width="190" height="309" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.purnawankristanto.com/2011/03/gaet-peluang-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blog Go Gospel</title>
		<link>http://www.purnawankristanto.com/2010/06/blog-go-gospel/</link>
		<comments>http://www.purnawankristanto.com/2010/06/blog-go-gospel/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jun 2010 12:09:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Purnawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.purnawankristanto.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Saya mulai ngeblog pada tanggal 11 Desember 2004 di www.blogspot.com. Pada waktu itu, saya hanya ikut tren dan sekadar iseng. Namun lama-kelamaan, saya mulai menyadari kekuatan blog. Tulisan-tulisan yang saya pasang di blog ternyata mendapat banyak tanggapan dari pengunjung. Mereka mengaku mendapat berkat dari blog saya. Sejak saat itu saya mulai bersemangat membuat tulisan-tulisan baru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://s233.photobucket.com/albums/ee291/purnawankristanto/rupa-rupa/?action=view&amp;current=bloggospel.jpg" target="_blank"><img src="http://i233.photobucket.com/albums/ee291/purnawankristanto/rupa-rupa/bloggospel.jpg" border="0" alt="Blog Gospel" width="438" height="711" /></a></p>
<p>Saya mulai <em>ngeblog</em> pada tanggal 11 Desember 2004 di <em>www.blogspot.com</em>. Pada waktu itu, saya hanya ikut <em>tren</em> dan sekadar iseng. Namun lama-kelamaan, saya mulai menyadari kekuatan blog. Tulisan-tulisan yang saya pasang di blog ternyata mendapat banyak tanggapan dari pengunjung. Mereka mengaku mendapat berkat dari blog saya. Sejak saat itu saya mulai bersemangat membuat tulisan-tulisan baru dan membongkar arsip tulisan lama untuk diunggah ke blog.</p>
<p>Kemudian muncul situs <em>Multiply</em> yang menawarkan feature menarik. Di situs ini, sesama blogger dapat berinteraksi dan mengetahui aktivitas kawan-kawannya. Saya pun teryarik dan <em>nimbrung</em> ke sini. Apalagi <em>Multiply</em> juga menyediakan fasilitas <em>crossposting</em>. Tulisan yang dipasang di <em>Multiply</em> akan otomatis dipasang pada <em>Blogspot</em>. Demikian juga sebaliknya. Itu artinya saya bisa <em>ngeblog</em> di tempat baru tanpa mengabaikan blog yang lama.</p>
<p>Karena merasa belum puas, maka pada bulan Juni 2008, saya mulai <em>ngeblog</em> pada domain sendiri (www.purnawan.web.id). Saya menggunakan program CMS (<em>content management system</em><em>) gratisan yang disediakan oleh WordPress</em><em>. Di sini saya lebih bebas dalam mendesain tampilan blog dan menambah widget</em><em> yang dikehendaki. Asyiknya lagi, tulisan-tulisan yang sudah saya pasang di Blogspot dapat saya impor ke blog yang baru ini. Berarti tidak ada keterputusan dengan blog lama.</em></p>
<p><em>Selain </em><em>ngeblog</em><em> sendiri, saya juga ikut dalam blog yang dibuat secara keroyokan yaitu di </em><em>Sabdaspace</em><em> dan </em><em>Kompasiana</em><em>. Apa sih bedanya dengan blog pribadi? Untuk menerangkan perbedaannya, izinkan saya menggunakan analogi pasar dan warung. Blog keroyokan itu seperti pasar tradisional. Setiap blogger membuka kios-kios dan menawarkan dagangannya di dalam pasar. Pengunjung mendatangi salah satu kios lalu memilih-milih barang dagangan yang disuka. Kalau tidak cocok, dia dapat pindah ke kios lain tapi masih di dalam pasar itu. Sedangkan blog pribadi itu ibarat warung yang berdiri sendiri dan dikelola sendiri. Pengunjung hanya bisa melihat-lihat dagangan yang dijajakan oleh pemilik warung. Jika tidak suka, maka dia akan pergi dari warung itu.</em></p>
<p><em>Sampai sekarang saya sudah menelurkan lebih dari 700 tulisan dengan mulai dari humor, tips praktis, renungan, catatan perjalanan sampai dengan artikel. Pertanyaannya, untuk apa saya melakukan semua itu? Karena dorongan untuk berbagi. Baik itu berbagi pengalaman, berbagi pengetahuan atau sekadar berbagi perasaan. Singkatnya, saya ingin berbagi Kabar Baik.</em></p>
<p><em>Itu sebabnya, saya memilih judul &#8220;</em><em>Go Blog the Gospel</em><em>&#8220;, yang mengandung maksud mengajak Anda membagikan kabar baik. Kata Gospel berasal dari bahasa Inggris </em><em>Anglo-Saxon</em>, &#8220;God’s spell&#8221; atau perkataan Tuhan. Kata Gospel dapat ditilik dari bahasa Yunani yaitu <em>evangelion</em> atau <em>euaggelion</em>. Artinya &#8220;kabar baik.&#8221;</p>
<p>Ketika saya menjuarai sebuah lomba penulisan, saya tidak sabar untuk mennyampaikan kabar baik ini pada teman-teman dan keluarga. Hal serupa terjadi pada orang berdosa yang telah diselamatkan oleh anugerah Allah. Dia pasti memiliki keinginan yang meluap-luap untuk memberitakan kabar gembira ini kepada orang lain. Ada banyak cara untuk membagikan kabar sukacita itu. Salah satunya lewat blog ini. Lewat blog ini saya telah menyaksikan suatu keajaiban. Begitu saya selesai memposting tulisan di blog dan mematikan komputer, pada saat itu tulisan saya justru mulai bergerak, mengalir ke sudut-sudut dunia. Tanpa saya sadari, tulisan saya merambah ke berbagai wilayah yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Karena blog terus-menerus terpasang, maka pekabaran yang saya lakukan tidak mengenal waktu. Setiap saat tulisan-tulisan saya dapat dibaca oleh siapa saja. Inilah pekabaran Injil selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu.</p>
<p>Kegiatan ngeblog itu sebenarnya gampang-gampang-susah. Lihatlah, kata &#8220;gampang&#8221; dua kali lebih lebih banyak. <em>Ngeblog</em> itu memang lebih banyak gampangnya daripada susahnya. Asal bisa menulis dan menggunakan kompuer, Anda bisa mengunggah tulisan apa saja. Tidak ada yang dapat menghalangi Anda. Ini berbeda jika Anda mengirimkan sebuah tulisan ke majalah atau koran. Tulisan Andabelum tentu akan dimuat karena tergantung penilaian redaktur. Namun dalam ngeblog, hanya diri Anda sendiri yang menjadi penghalangnya. Biasanya penghalang itu berupa kemalasan dan kurang kepercayaan diri.  Itu sebabnya, saya menekankan perlunya &#8220;kerinduan untuk berbagi.&#8221;  Kalau Anda sudah memilikinya, maka langkah selanjutnya akan beres. Semua perkara teknis dapat diatasi dengan belajar sendiri atau minta tolong orang lain.</p>
<p>Saya berharap buku kecil ini dapat menemani Anda dalam aktivitas <em>ngeblog</em> Anda.</p>
<p>Judul: Blog Gospel</p>
<p>Penulis: Purnawan Kristanto</p>
<p>Penerbit: BPK Gunung Mulia</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.purnawankristanto.com/2010/06/blog-go-gospel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngeblog Bijak</title>
		<link>http://www.purnawankristanto.com/2010/04/ngeblog-bijak/</link>
		<comments>http://www.purnawankristanto.com/2010/04/ngeblog-bijak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Apr 2010 15:40:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Purnawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[bijak]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[rambu-rambu]]></category>
		<category><![CDATA[undang-undang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.purnawankristanto.com/2010/04/ngeblog-bijak/</guid>
		<description><![CDATA[Dunia maya bukanlah wilayah tak bertuan dimana kita bisa berbuat sebebas-bebasnya. Kasus Prita Mulyasari dan Luna Maya mengindikasikan gejala ini. Semenjak diberlakukannya Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik, maka para pengguna internet tidak dapat berbuat semaunya lagi karena ada rambu-rambu yang mesti ditaati. Prita Mulyasari diseret ke meja hijau karena diduga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Dunia maya bukanlah wilayah tak bertuan dimana kita bisa berbuat sebebas-bebasnya. Kasus Prita Mulyasari dan Luna Maya mengindikasikan gejala ini. Semenjak diberlakukannya Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik, maka para pengguna internet tidak dapat berbuat semaunya lagi karena ada rambu-rambu yang mesti ditaati. Prita Mulyasari diseret ke meja hijau karena diduga mencemarkan baik karena menulis email berisi keluhan terhadap sebuah rumah sakit internasional. Sementara itu, Luna Maya dilaporkan oleh para pekerja infotai<img src="http://sunartoedris.files.wordpress.com/2009/06/pritanangis3.jpg" alt="Prita Mulysari" hspace="8" vspace="8" width="140" height="155" align="left" />nment karena diduga melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan. Dalam jejaring sosial <em>Twitter</em>, Luna Maya mengeluhkan tingkah pekerja infotainment yang menerabas batas-batas privasinya.</div>
<blockquote>
<div>Saya termasuk orang yang menentang pengekangan kebebasan berekspresi di dunia maya. Meski begitu, saya juga bersikap realistis bahwa UU ini telah diberlakukan dan dapat menjerat siapa saja yang melanggarnya.</div>
<div>Dalam Pasal 27 pada UU ini terdapat larangan bagi setiap orang: &#8220;dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki:</div>
<div><span id="more-13"></span></div>
</blockquote>
<div>a. Muatan yang melanggar kesusilaan (ay. 1).</div>
<div>b. Muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik (ay. 3).</div>
<div>c. Muatan pemerasan dan/atau pengancaman (ay. 4).<img src="http://jejakannas.files.wordpress.com/2009/01/luna-maya.jpg" alt="Luna Maya" hspace="8" vspace="8" width="104" height="157" align="right" /></div>
<div>Pada pasal 28 terdapat larangan untuk, dengan sengaja dan tanpa hak, menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). . Pelanggaran terhadap pasal 27 dan 28 ini dapat diancam penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).</div>
<div>Pada pasal 29 terdapat larangan mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi. Orang yang melanggarnya dapat dipidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).</div>
<div>Apa saja yang dapat dijadikan alat bukti untuk menjerat pelakunya? Pada dasarnya ada dua golongan yaitu: Informasi Elektronik dan Dokumen Elektronik.</div>
<div>1. Informasi Elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada:</div>
<div>a. tulisan,</div>
<div>b. suara,</div>
<div>c. gambar,</div>
<div>d. peta,</div>
<div>e. rancangan,</div>
<div>f. foto,</div>
<div>g<em>. electronic data interchange (EDI)</em>,</div>
<div>h. surat elektronik <em>(electronic mail)</em>,</div>
<div>i. telegram,</div>
<div>j. teleks,</div>
<div>k.<em> telecopy</em> atau sejenisnya,</div>
<div>l. huruf, tanda, angka,</div>
<div>m. Kode Akses, simbol, atau perforasi yang telah diolah yang memiliki arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.</div>
<div>2. Dokumen Elektronik adalah setiap Informasi Elektronik yang dibuat, diteruskan, dikirimkan, diterima, atau disimpan dalam bentuk analog, digital, elektromagnetik, optikal, atau sejenisnya, yang dapat dilihat, ditampilkan, dan/atau didengar melalui Komputer atau Sistem Elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol atau perforasi yang memiliki makan atau arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.</div>
<div>Secara praktis, jika Anda menulis blog yang patut diduga dapat mencemarkan nama baik seseorang, maka bersiap-siaplah menginap di hotel prodeo selama enam bulan dan/atau merogoh kocek untuk membayar denda maksimal satu milyar. Atau jika Anda mengirimkan email yang berisi ancaman pada seseorang, maka bersiaplah dipenjara paling lama setahun dan/atau membayar denda sebanyak-banyaknya 2 milyar.</div>
<div>Tidak semua orang akan seberuntung Prita yang mendapat simpati orang banyak, atau Luna Maya yang mendapat dukungan dari para jurnalis. Tidak ada jaminan bahwa jika Anda terjerat UU ITE nanti juga akan mendapat dukungan semasif itu, apalagi jika pelanggaran Anda itu karena memaki-maki atau mengancam orang lain. Maka hendakmya kita mulai bijak dalam mengekspresikan diri, namun juga tidak terlalu dikecam oleh ketakutan sehingga enggan berkarya lagi.</div>
<div>Akan tetapi bukankah dunia internet memberi perlindungan terhadap anonimitas seseorang? Artinya, di jagat maya ini tidak ada kewajiban untuk menampilkan identitas sejati. Seseorang punya kebebasan untuk menyaru siapa saja. Ada yang memakai samaran dari tokoh superhero, tokoh kartun, nama Alkitab, binatang atau bahkan menciptakan nama baru yang sama sekali berbeda dengan identitas sejati. Aha! Jangan terlena. Kebebasan ini sebenarnya semu.</div>
<div>Sesungguhnya setiap komputer yang mengakses internet itu memiliki identitas tertentu, yang disebut alamat IP. Alamat IP (<strong><em>Internet Protocol Address</em> </strong>atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.</div>
<div>Setiap kali Anda mengakses internet, sesungguhnya Anda mengirimkan identitas tertentu pada jaringan internet dalam sederetan kode-kode angka. Sebagai contoh, lihat kotak ijo [<em>shoutbox</em>] pada sidebar sebelah kanan. Pada urutan terakhir setelah tanggal dan jam tertulis kode &#8220;#&#8221;. Arahkan <em>mouse</em> ke atasnya, kemudian klik kanan, lalu pilih &#8220;Properti&#8221;. Maka akan muncul serangkaian angka. Angka itulah yang disebut alamat IP.</div>
<div>Meskipun Anda menulis pesan dengan berbagai macam identitas, namun alamat IP itu tetap sama sepanjang Anda tidak mengganti jaringan untuk mengakses internet. Itu sebabnya jangan sembarangan dalam menyaru sebagai orang lain karena dapat ketahuan.</div>
<div>Alamat IP ini juga dapat digunakan untuk melacak keberadaan orang yang bersangkutan [walaupun tidak selamanya berhasil, terutama terhadap pengguna yang <em>mobile</em>]. Kalau Anda penasaran ingin tahu alamat IP Anda, silakan kunjungi <a href="http://www.ip-adress.com/">situs</a> ini. Di situs ini Anda juga dapat melacak alamat IP tertentu dan mencari informasi pengirim email yang ditujukan pada Anda.</div>
<div>Ketika Anda masuk ke blog ini, alamat IP Anda tercatat di sini.  Dengan alamat IP ini maka keberadaan Anda dapat dilacak. Misalnya Anda berada di Jakarta, Semarang, Surabaya, Manado atau kota lainnya. Ada banyak situs yang menyediakan fasilitas pencarian menggunakan alamat IP ini. Saya tidak begitu paham soal teknisnya, tetapi percayalah bahwa Anda tidak selamanya bisa berlaku anonim di dunia maya.</div>
<div>Itu sebabnya, jika ada satu orang yang menggunakan lebih dari satu akun di sini akan mudah dideteksi. Memang bisa saja dia menggunakan akses internet yang berbeda-besa untuk setiap akun. Misalkan untuk pemakaian di rumah menggunakan akun &#8220;gajah&#8221;, kemudian di kantor menggunakan akun &#8220;serigala&#8221;, tapi ini kurang praktis. Sepandai-pandai tupai melompat, dia akan jatuh juga.</div>
<div>Seandainya ada orang yang bisa mengubah-ubah alamat IP atau mampu menyamarkan alamat IP, namun ada sidik jari lain yang dapat tertinggal di TKP. Setiap orang memiliki ciri khas tertentu dalam berkomunikasi. Misalnya, ada orang yang selalu menggunakan tanda strip untuk menulis tiap-tiap poin. Ketika dia <em>log in</em> menggunakan <em>username</em> lain, dia lupa menanggalkan gaya menulisnya ini. Maka dapat disimpulkan bahwa dua <em>username </em>itu dimiliki oleh orang yang sama.</div>
<div>Tidak hanya dalam cara penulisan, tetap orang juga dapat dikenali melalui gaya penulisan, nada tulisan, diksi (pemilihan kata), dll. Hal ini tidak dapat diteorikan, namun editor atau penulis yang punya jam terbang tinggi dapat mendeteksi siapa penulis aslinya. Misalnya kebiasaan menulis &#8220;Jumat&#8221; atau &#8220;Jum&#8217;at&#8221; dapat menjadi petunjuk untuk mengarah kepada seseorang.</div>
<div>***</div>
<div>Ibarat pisau, dunia internet hanyalah sebuah alat. Kemanfaatannya tergantung pada penggunanya. Orang itu dapat menggunakan untuk kebaikan atau untuk mencederai pihak lain. Biar kelihatan rohani, izinkan saya mengutip ayat berikut ini:“Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk” (Yakobus 3:9-10). Cobalah ganti kata &#8220;lidah&#8221;  itu dengan &#8220;tulisan&#8221;; dan &#8220;mulut&#8221; dengan &#8220;pikiran.&#8221;</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.purnawankristanto.com/2010/04/ngeblog-bijak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

