Rss Feed
Tweeter button
Facebook button
Flickr button
Youtube button

Entries Tagged 'buku' ↓

U R WHAT U READ

SEBUAH pepatah bijak berkata begini, “You are what you read.” Ada juga yang berkata, “Tunjukkan buku apa saja yang sudah Anda baca, maka saya bisa menebak seperti apakah diri Anda.” Kalimat ini hendak mengatakan bahwa jenis-jenis buku yang sering dibaca seseorang bisa mencerminkan kualitas dan kapasitas orang itu. Saya mengamini pernyataan ini, tetapi sekadarmenjadi pembaca buku saja menurut saya belum bisa menunjukkan potensi yang dimiliki seseorang. Kapasitas seseorang akan semakin terlihat jelas dari kemampuannya mencerna dan mengolah kembali pengetahuan yang didapatnya dari buku itu, kemudian menuangkannya dalam bentuk tulisan. Salah satu hasil dari proses ‘pencernaan’ ini berupa tulisan resensi. Tulisan berikut ini akan menyajikan tips-tips praktis dalam menulis resensi.
Kata “resensi” diserap dari bahasa Belanda recensie atau recensere (Latin), yang berarti “melihat kembali”,”menimbang” atau “menilai”. Sedangkan resensi buku berarti sebuah kupasan atau ulasan yang memperkenalkan sebuah buku, menginformasikan pokok-pokok bahasannya, menceritakan inti isi keseluruhannya dan menunjukkan faedahnya bagi pembaca.” Ada berbagai nama yang dipakai oleh media massa untuk menandai rubrik resensi, antara lain: Tinjauan Buku, Timbangan Buku, Bedah Buku, Ulasan Buku, Kupasan Buku, Wacana atau lainnya.
Secara garis besar ada tiga jenis tulisan resensi buku.
[1]. Resensi Argumentatif, bersifat pandangan tandingan, kritik dan ilmiah. Jenis ini hanya cocok untuk jurnal ilmiah dan media yang pembacanya sangat serius. Panjang tulisan bisa sampai lebih dari 10 halaman, dengan isi 90% subjektif.
[2]. Resensi Sinopsis. Isinya berupa ringkasan isi sebuah buku. Sifatnya 100 % objektif.
[3]. Resensi Eksposif, bersifat memperkenalkan, menilai dan menunjukkan faedah buku. Panjangnya sekitar 4 halaman. Sifatnya, 90% objektif.

Continue reading →

Olah Strategimu

blogMEMBUAT blog itu sangat mudah dan murah. Menurut statistik yang dikeluarkan oleh Technorati pada tahun 2007, setiap hari ada lebih dari 120.000 blog baru. Angka ini mengisyaratkan satu hal: PERSAINGAN KETAT! Itu sebabnya jika saat ini Anda akan membuat blog, maka Anda harus membuat blog yang menonjol di antara kerumunan blog yang ada. Jika tidak, maka sedikit orang yang akan meminati blog Anda. Buat apa susah-susah membuat blog jika tidak ada yang mengaksesnya?

Sebelum melangkah lebih jauh, sebaiknya Anda memeriksa diri lebih dulu apakah Anda memang cocok untuk memiliki blog atau tidak. Caranya dengan mengecek kesukaan Anda dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut.

Apakah Anda Suka Berselancar di Dunia Maya?

Untuk menjadi penulis blog yang baik, Anda harus menyisihkan banyak waktu untuk menjelajahi dunia internet. Ngeblog tidak berhenti setelah Anda selesai menulis dan mempublikasikannya. Anda masih punya tanggungjawab untuk mempromosikannya, menjawab komentar-komentar dari pengunjung, memperbaiki tulisan, dan mencari topik untuk tulisan berikutnya. Hal ini membutuhkan dedikasi dan komitmen untuk memberikan waktu, perhatian dan dana untuk beraktivitas di dunia internet. Jika Anda sangat menyukai dunia internet, maka Anda akan sangat menikmati aktivitas ngeblog.

 

Apakah Anda Suka Menulis?

Jika Anda tidak memiliki kerinduan untuk menulis, maka ngeblog tidak cocok untuk Anda. Sebagian besar aktivitas ngeblog adalah menulis, baik itu membuat tulisan baru, memberi komentar pada tulisan orang lain, menanggapi komentar orang lain pada tulisan Anda atau pun mendiskusikan topik tertentu. Jika Anda merasa belum mahir menulis, Anda tidak perlu khawatir karena keahlian menulis itu dapat dipelajari dan dilatih. Yang terpenting adalah Anda memiliki kerinduan (passion) untuk menulis.

 

Apakah Anda Suka pada Topik Tertentu?

Anda harus benar-benar menyukai topik tertentu, sehingga Anda terdorong untuk membagikannya kepada orang lain, membujuk orang untuk mengaksesnya dan membuat mereka kembali lagi pada blog Anda di lain waktu. Jika Anda tidak memilikinya, maka Anda akan kesulitan untuk mengembangkan blog Anda. Dengan memiliki topik yang Anda sukai, maka setiap kali Anda log in, maka Anda melakukannya dengan senyum mengembang. Sebagai contoh, Anda menyukai alam dan memiliki hobi berpetualang. Dengan menetapkan penyelamatan alam sebagai topik blog Anda, maka Anda akan memiliki segudang bahan tulisan untuk ditambahkan pada blog Anda.

Continue reading →

Gaet Peluang Blog

peluangINDONESIA tak selalu kalah jika harus bersaing dengan negara maju macam Jerman, Italia dan Prancis. Buktinya, di ranah blog WordPress, negara kita bisa mengalahkan ketiga negara Eropa tersebut. Demikian berita yang dilansir oleh situs berita www.detikinet.com. Kedigdayaan Indonesia ini dilihat dari bahasa yang tersebar di layanan blog WordPress.com. Menurut data per Desember 2008, bahasa Indonesia digunakan oleh 5 persen blog di WordPress. Sementara blog berbahasa Jerman, Perancis dan Italia masing-masing hanya digunakan tak lebih dari 2 persen.

“Ada sekitar 300 ribu blog yang mengunakan bahasa Indonesia di WordPress. Namun itu bisa saja pemilik blog tersebut tak berada di Indonesia,” ujar perintis WordPress Matt Mullenweg. Di antara negara-negara pengakses WordPress.com, Indonesia memang merupakan negara yang memiliki trafik tertinggi dibanding negara lain. WordPress.com tercatat menduduki peringkat ke-8 terbesar jumlah pengaksesnya dibandingkan situs lain di Indonesia. “Selain itu, Indonesia juga menjadi negara dengan pertumbuhan blog WordPress tercepat kedua,” tandas Mullenweg.

Fenomena ini sesuai dengan data APJI yang menunjukkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia mengalami pertumbuhan yang luarbiasa.  Pada tahun 1998, hanya tercatat 512 ribu pengguna internet. Setahun berikutnya, jumlahnya melonjak hampir dua kali lipatnya. Jumlahnya terus bertambah secara mencengangkan hingga menembus angka 25 juta pengguna dalam satu dekade. Sementara itu lembaga riset digital comScore, jumlah pengguna internet di seluruh muka bumi ini hingga awal tahun 2009 sudah melampaui angka 1 miliar.

Continue reading →

ATM [Buku Terbaruku]

Aku Takkan Menyerah

Aku Takkan Menyerah

Untaian kisah yang membangun pengharapan dan menolong kita mensyukuri hidup.

Dikompilasi oleh: Tim Sekolah Penulisan Gloria

Penyunting: Purnawan Kristanto

Penerbit Gloria Graffa

Harga Rp. 35.000,-

Ketika Tuhan menyentuh pribadi, Dia tidak memilih-milih. Sebab kasih-Nya tertuju pada setiap manusia yang selalu dipandang-Nya berharga. Maka siapa saja layak dan berhak mengalami mukjizat kasih-Nya, keajaiban-keajaiban yang bermuara pada cinta-Nya yang besar.

Buku ini memuat kisah nyata orang-orang yang mendapat pengalaman indah bersama Tuhan, yaitu bahwa Tuhan selalu terlibat dalam hidup manusia. Bahwa Dia selalu ada dan menghiburkan. Bahwa Dia hadir dan menjawab doa. Bahwa Dia datang dan berkarya nyata dalam hidup anak-anak-Nya.

Buku ini ditulis secara keroyokan oleh Agustina Wijayani, Gus Noy, Anna Maria Irmarini, Arie Saptaji, Arnita Sari Wei, Asrie Lesningati, Dwiani Asih, Ester Seryawati, Eduardo Rd Edho, Forida G Sitorus, Gertrude Paramita, Gagat Widistuti, Hendro Saputro, Her Suharyanto, Inggrid Tan, Joko Prihanto, Martha Pratana, Naomi Jayalaksana, Pauline Abdipatra, Purnawan Kristanto,retno Palupi, Santhi R. Septiaji, Sidik Nugroho Wrekso Wikromo, Sulistya Bekti, Ki Suyito Basuki, Theofulis Yuli Setianto, Wiji Suprayogi dan Wisnu Sapto Nugroho

Inilah sebuah buku yang sarat dengan cerita bermakna. Dituliskan oleh banyak pribadi, yang berlomba menceritakan kebaikan Tuhan. Dan ketika pengalaman berkesan itu dialami, maka para penulis tak tahan untuk tak menceritakannya kepada Anda–pembaca terkasih–agar ketika membacanya, hidup Anda disegarkan, dihidupkan, dan disemangati untuk menjadi pribadi yang maksimal mengasihin-Nya.

Blog Go Gospel

Blog Gospel

Saya mulai ngeblog pada tanggal 11 Desember 2004 di www.blogspot.com. Pada waktu itu, saya hanya ikut tren dan sekadar iseng. Namun lama-kelamaan, saya mulai menyadari kekuatan blog. Tulisan-tulisan yang saya pasang di blog ternyata mendapat banyak tanggapan dari pengunjung. Mereka mengaku mendapat berkat dari blog saya. Sejak saat itu saya mulai bersemangat membuat tulisan-tulisan baru dan membongkar arsip tulisan lama untuk diunggah ke blog.

Kemudian muncul situs Multiply yang menawarkan feature menarik. Di situs ini, sesama blogger dapat berinteraksi dan mengetahui aktivitas kawan-kawannya. Saya pun teryarik dan nimbrung ke sini. Apalagi Multiply juga menyediakan fasilitas crossposting. Tulisan yang dipasang di Multiply akan otomatis dipasang pada Blogspot. Demikian juga sebaliknya. Itu artinya saya bisa ngeblog di tempat baru tanpa mengabaikan blog yang lama.

Karena merasa belum puas, maka pada bulan Juni 2008, saya mulai ngeblog pada domain sendiri (www.purnawan.web.id). Saya menggunakan program CMS (content management system) gratisan yang disediakan oleh WordPress. Di sini saya lebih bebas dalam mendesain tampilan blog dan menambah widget yang dikehendaki. Asyiknya lagi, tulisan-tulisan yang sudah saya pasang di Blogspot dapat saya impor ke blog yang baru ini. Berarti tidak ada keterputusan dengan blog lama.

Selain ngeblog sendiri, saya juga ikut dalam blog yang dibuat secara keroyokan yaitu di Sabdaspace dan Kompasiana. Apa sih bedanya dengan blog pribadi? Untuk menerangkan perbedaannya, izinkan saya menggunakan analogi pasar dan warung. Blog keroyokan itu seperti pasar tradisional. Setiap blogger membuka kios-kios dan menawarkan dagangannya di dalam pasar. Pengunjung mendatangi salah satu kios lalu memilih-milih barang dagangan yang disuka. Kalau tidak cocok, dia dapat pindah ke kios lain tapi masih di dalam pasar itu. Sedangkan blog pribadi itu ibarat warung yang berdiri sendiri dan dikelola sendiri. Pengunjung hanya bisa melihat-lihat dagangan yang dijajakan oleh pemilik warung. Jika tidak suka, maka dia akan pergi dari warung itu.

Sampai sekarang saya sudah menelurkan lebih dari 700 tulisan dengan mulai dari humor, tips praktis, renungan, catatan perjalanan sampai dengan artikel. Pertanyaannya, untuk apa saya melakukan semua itu? Karena dorongan untuk berbagi. Baik itu berbagi pengalaman, berbagi pengetahuan atau sekadar berbagi perasaan. Singkatnya, saya ingin berbagi Kabar Baik.

Itu sebabnya, saya memilih judul “Go Blog the Gospel“, yang mengandung maksud mengajak Anda membagikan kabar baik. Kata Gospel berasal dari bahasa Inggris Anglo-Saxon, “God’s spell” atau perkataan Tuhan. Kata Gospel dapat ditilik dari bahasa Yunani yaitu evangelion atau euaggelion. Artinya “kabar baik.”

Ketika saya menjuarai sebuah lomba penulisan, saya tidak sabar untuk mennyampaikan kabar baik ini pada teman-teman dan keluarga. Hal serupa terjadi pada orang berdosa yang telah diselamatkan oleh anugerah Allah. Dia pasti memiliki keinginan yang meluap-luap untuk memberitakan kabar gembira ini kepada orang lain. Ada banyak cara untuk membagikan kabar sukacita itu. Salah satunya lewat blog ini. Lewat blog ini saya telah menyaksikan suatu keajaiban. Begitu saya selesai memposting tulisan di blog dan mematikan komputer, pada saat itu tulisan saya justru mulai bergerak, mengalir ke sudut-sudut dunia. Tanpa saya sadari, tulisan saya merambah ke berbagai wilayah yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Karena blog terus-menerus terpasang, maka pekabaran yang saya lakukan tidak mengenal waktu. Setiap saat tulisan-tulisan saya dapat dibaca oleh siapa saja. Inilah pekabaran Injil selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu.

Kegiatan ngeblog itu sebenarnya gampang-gampang-susah. Lihatlah, kata “gampang” dua kali lebih lebih banyak. Ngeblog itu memang lebih banyak gampangnya daripada susahnya. Asal bisa menulis dan menggunakan kompuer, Anda bisa mengunggah tulisan apa saja. Tidak ada yang dapat menghalangi Anda. Ini berbeda jika Anda mengirimkan sebuah tulisan ke majalah atau koran. Tulisan Andabelum tentu akan dimuat karena tergantung penilaian redaktur. Namun dalam ngeblog, hanya diri Anda sendiri yang menjadi penghalangnya. Biasanya penghalang itu berupa kemalasan dan kurang kepercayaan diri.  Itu sebabnya, saya menekankan perlunya “kerinduan untuk berbagi.”  Kalau Anda sudah memilikinya, maka langkah selanjutnya akan beres. Semua perkara teknis dapat diatasi dengan belajar sendiri atau minta tolong orang lain.

Saya berharap buku kecil ini dapat menemani Anda dalam aktivitas ngeblog Anda.

Judul: Blog Gospel

Penulis: Purnawan Kristanto

Penerbit: BPK Gunung Mulia

Tiga Jurus Menulis Buku

” Duapuluh tahun lagi sejak sekarang, engkau akan kecewa karena tidak melakukan apa yang seharusnya kau lakukan.  Angkatlah sauhmu. Tinggalkan dermaga aman. Kembangkanlah layarmu.  Jelajahi! Impikan! Temukan!”
— Mark Twain
Saya terinspirasi ucapan Paulus Lie pada pertemuan pertama Sekolah Penulisan “Gloria” yang kemarin. Pendeta GKI Gejayan sekaligus ketua PGI DIY ini mengatakan bahwa kita tidak akan langsung menikmati buah dari penulisan buku. Kita baru bisa mulai menikmatinya beberapa tahun kemudian. Akan tetapi jika kita tidak memulainya dari sekarang, maka kita akan menyesal di kemudian hari. Hal yang sama dikatakan oleh Mark Twain. Jika Anda ingin melakukan sesuatu yang berarti, maka sekarang saatnya untuk memulai. Kita tidak pernah bisa memanen sesuatu jika tidak pernah mulai menaburkan benih dari sekarang. Sekarang saatnya untuk menabur. Sekarang saatnya mulai menulis buku.
Continue reading →