Entries Tagged 'artikel' ↓
April 10th, 2010 — artikel, makalah, penyuntingan
Oleh: Xavier Quentin Pranata

Jika pelukis membutuhkan kanvas, kuas dan cat untuk menuangkan gagasannya, maka penyunting membutuhkan media bahasa tulis untuk menyempurnakan naskah kiriman atau menulis buku sendiri. Bahasa yang kita pakai di sini jelas bahasa Indonesia yang baik, benar dan baku. Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah bahasa yang mudah dimengerti, enak dibaca dan tidak melanggar kaidah tata bahasa maupun struktur yang benar. Sedangkan bahasa Indonesia baku adalah bahasa yang mengikuti standar Pusat Pembinaan Bahasa Indonesia.
Bahasa yang baku mempunyai empat fungsi:
1. pemersatu
2. penanda kepribadian
3. penambah wibawa
4. kerangka acuan
Standar bahasa baku:
1. Kaidah bahasa yang benar
2. Ejaan Yang Disempurnakan
3. Perkembangan kosa kata
1. Kaidah bahasa yang benar
Continue reading →
April 10th, 2010 — artikel, makalah
Oleh: Xavier Quentin Pranata

“Banyak penulis pemula yang menganggap bahwa semua ketrampilan memerlukan latihan, kerja keras, dan waktu untuk mencurahkan seluruh perhatiannya kecuali menulis. Akibatnya, banyak naskah mereka yang ditolak,” kata Norman B. Rohrer, Diruktur Christian Writers Guild.
Seperti halnya pisau, pikiran kita pun perlu diasah agar tetap tajam menganalisis sesuatu dan menuliskannya secara baik, teratur dan mengenai sasaran yang tepat.
Di dalam buku How to Write for Christian Magazines, Chip Ricks & Marilyn Marsh memberikan sepuluh langkah yang harus diambil seorang calon/penulis Kristen, yaitu:
Continue reading →
April 7th, 2010 — artikel, tips
Sudah ada banyak tulisan tentang dunia kepenulisan, yang menyatakan bahwa menulis atau mengarang itu gampang. Tapi menurut saya, menulis untuk media gereja itu sulit. Hal ini didasarkan pada analisis terhadap karakteristik pembaca media ini.
Ada teori ilmu komunikasi bahwa jika kita ingin berhasil dalam berkomunikasi, maka kita harus memperhatikan pikiran dan karakteristik khalayak yang akan menerima pesan kita. Kita tidak mungkin menyampaikan teori relativitas kepada anak balita. Sebaliknya, jangan pernah mengajarkan abjad A-B-C-D kepada profesor bidang bahasa. Jika menghendaki pesan kita dipahami dengan benar, maka kita harus mengemas pesan tersebut sesuai dengan pikiran dan karakteristik pihak yang akan menerima pesan pesan kita (disebut komunikan). Karakteristik komunikan terbangun atas demografi, gaya hidup dan kepribadian. Sedangkan pikiran komunikan terdiri dari tiga komponen, yaitu persepsi, sikap dan kebutuhan.
Continue reading →
April 7th, 2010 — artikel, tips
Para blogger sebaiknya menghindari perbuatan memposting mentah-mentah tulisan orang lain tanpa ada sentuhan intelektual dari user tersebut. Dengan mengikuti ketentuan ini, sebenarnya blogger itu telah
mencegah dirinya sendiri dari kemungkinan terjerat dalam perbuatan plagiarisme.
Di dunia maya, kita mudah sekali tergoda dalam dosa mendaku karya orang lain sebagai karya kita sendiri. Apalagi dengan adanya fasilitas “copy-paste”, maka godaan dosa ini hanyalah sejauh jari telunjuk dan tombol mouse. Jika dalam menulis di blog kita menggunakan sumber-sumber milik orang lain tanpa memberikan pengakuan/kredit yang layak, maka kita dapat terjebak dalam plagiarisme. Bahkan lebih jauh lagi dapat terjadi pelanggaran terhadap hak cipta seseorang.
Plagiarisme terjadi ketika penulis menggunakan karya orang lain tanpa menyatakan berhutang-budi dengan cara yang benar. Plagiarisme dapat juga dikatakan sebagai penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri.
Plagiarisme bisa disengaja atau tidak disengaja (mungkin karena tidak memahami bagamaina cara menyatakannya). Entah disengaja atau tidak disengaja, plagiarisme adalah suatu kejahatan.
Continue reading →
April 7th, 2010 — artikel, tips
Kebanyakan [calon] penulis kebingungan ketika duduk di depan layar komputer dan bersiap menulis: “Aku harus menulis apa ya?” Sesungguhnya kesulitan itu tidak perlu terjadi asal orang tersebut sudah mengasah kepekaannya terhadap lingkungan. Ide penulisan itu berseliweran di sekitar kita, masalahnya radar kita kadang kurang peka untuk menangkap sinyal itu. Itu sebabnya saya sengaja memasang judul tulisan “memilih” karena kita tinggal mencomot satu dari lautan ide untuk dijadikan tema tulisan.
Continue reading →
April 7th, 2010 — artikel, tips
Anda tidak akan membuang waktu dengan sia-sia jika Anda menggunakan pengalaman dengan bijaksana.
Auguste Rodin
Sebuah artikel di situs www.sabda.org mengibaratkan menulis cerita sebagai usaha menyiapkan hidangan perjamuan makan. Penulis mengutip Matius 22:4, “Sesungguhnya, hidanganku telah kusediakan … semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan.”
Keberhasilan suatu perjamuan ditentukan oleh persiapan-persiapan yang telah dibuat. Tidak ada seorang tamu pun yang telah diundang ke suatu perjamuan, yang akan senang bila ia tiba di tempat perjamuan dan mendapati bahwa belum ada persiapan apa-apa. Kurangnya persiapan menunjukkan kurangnya perhatian kepada tamu yang diundang. Persiapan yang banyak bagi kesenangannya akan menyebabkan tamu itu merasa dirinya dipentingkan. Tentunya setelah selesai, dia akan meninggalkan pesta itu dengan mengatakan, “Perjamuannya baik sekali. Saya benar-benar menikmatinya!”
Benar, persiapan yang cukup adalah langkah pertama untuk menentukan apakah suatu usaha akan berhasil. Ada pepatah, “Jika kita gagal melakukan persiapan, maka sebenarnya kita telah melakukan persiapan untuk gagal.” Persiapan yang baik adalah setengah perjalanan menuju kesuksesan. Prinsip yang sama juga berlaku dalam menulis. Persiapan menulis memakan waktu dan usaha. Namun, persiapan itu sangat penting bagi keberhasilan!
***
Continue reading →
April 7th, 2010 — artikel, tips
Ketika mengumpulkan bahan-bahan dari sumber sekunder, Anda tidak mungkin membaca keseluruhan bahan sebelum memastikan akan memakai bahan tersebut atau tidak. Ibarat sedang belanja bahan, Anda tidak mungkin meneliti semua bahan masakan yang ada di pasar. Anda harus memeriksa dan memutuskan dengan cepat. Dalam hal ini dibutuhkan keterampilan membaca cepat.
Syarat utama untuk dapat membaca cepat adalah Anda mengetahui dengan persis bahan apa yang sedang Anda cari. Ketika masuk ke pasar, Anda sudah punya daftar belanjaan. Dengan demikian Anda mudah mencari bahan-bahan. Jika Anda akan memasak steak, maka Anda segera pergi ke bagian daging.
Langkah pertama adalah melakukan pemindaian secara cepat. Anda hanya mencari bagian-bagian yang Anda butuhkan. Ini seperti Anda melihat papan penunjuk los-los di pasar. Anda berjalan dengan cepat dengan tidak menghiraukan barang-barang dagangan yang dipajang. Begitu Anda melihat papan penunjuk bertulis “daging sapi”, barulah Anda berhenti, kemudian memperhatikan barang dagangan secara mendetil. Analogi serupa dilakukan ketika membaca bahan pustaka. Anda mencari “papan penunjuk”, biasanya berupa judul bab, sub judul atau kata-kata kunci. Ketika sampai pada bagian yang dikehendaki, barulah Anda membacanya dengan tempo yang lebih lambat sehingga dapat memahami isinya.
Continue reading →
April 7th, 2010 — artikel
Dunia maya bukanlah wilayah tak bertuan dimana kita bisa berbuat sebebas-bebasnya. Kasus Prita Mulyasari dan Luna Maya mengindikasikan gejala ini. Semenjak diberlakukannya Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik, maka para pengguna internet tidak dapat berbuat semaunya lagi karena ada rambu-rambu yang mesti ditaati. Prita Mulyasari diseret ke meja hijau karena diduga mencemarkan baik karena menulis email berisi keluhan terhadap sebuah rumah sakit internasional. Sementara itu, Luna Maya dilaporkan oleh para pekerja infotai

nment karena diduga melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan. Dalam jejaring sosial
Twitter, Luna Maya mengeluhkan tingkah pekerja infotainment yang menerabas batas-batas privasinya.
Saya termasuk orang yang menentang pengekangan kebebasan berekspresi di dunia maya. Meski begitu, saya juga bersikap realistis bahwa UU ini telah diberlakukan dan dapat menjerat siapa saja yang melanggarnya.
Dalam Pasal 27 pada UU ini terdapat larangan bagi setiap orang: “dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki:
April 7th, 2010 — artikel
1. Duduklah tegak di muka komputer. Usahakan cahaya ruangan cukup terang.
2. Setel radio. Carilah stasiun kesukaan Anda. Dengarkan kiriman lagu dari teman Anda. Kalau perlu, balaslah kiriman lagu dari teman Anda supaya Anda tidak dianggap sombong.
3. Jangan lupa membuat teh atau kopi hangat untuk membantu Anda berkonsentrasi. Kon teh dapat membuat pikiran menjadi rileks.
4. Berjalan-jalanlah keluar sebentar untuk mencari udara segar. Biasanya cara ini bisa mendatangkan ilham. Kalau ketemu teman sempatkan untuk mengobrol. Siapa tahu dari percakapan itu bisa muncul ide bagus.
5. Pulanglah. Duduklah tegak di muka komputer. Usahakan cahaya ruangan cukup terang.
6. Putarlah musik yang lembut untuk membangkitkan inspirasi. Dengarkan dan nikmatilah lagu-lagunya. Siapa tahu dari musik itu Anda terinspirasi untuk menulis cerpen.
7. Aturlah CD album koleksi Anda sesuai dengan urutan abjad.
8. Bercerminlah. Periksa gigi Anda apakah masih ada sisa makanan yang tersangkut. Jika masih ada, gosok gigi dahulu supaya nanti tidak mengganggu konsentrasi.
9. Duduklah nyaman di muka komputer. Usahakan cahaya ruangan cukup terang.
10. Baca dulu acara TV di koran. Ini untuk memastikan Anda tidak melewatkan acara favorit Anda. Sayang kalau Anda ketinggalan acara itu karena bisa menyesal.
11. Tonton berita di Metro Hari Ini. Siapa tahu ada ide bagus muncul setelah menonton berita itu.
12. Kirim SMS ke teman Anda. Siapa tahu Anda bisa mendapatkan ide dari teman Anda.
13. Bukalah pintu depan. Perikasa apakah ada orang mencurigakan yang mengawasi Anda dari bayangan kegelapan.
14. Tutup pintu dan duduk nyaman di muka komputer. Usahakan cahaya ruangan cukup terang. Pikirkan secara serius masa depan Anda. Bayangkan popularitas yang Anda dapatkan jika cerpen Anda dimuat.
15. Ambil koran dan majalah yang memuat cerpen karya orang lain. Bacalah itu untuk mempelajari cara mereka menulis cerpen.
16. Periksa Facebook Anda. Perbaharui status Anda supaya teman-teman anda tahu keadaan Anda. Ber respon kepada teman-teman yang mengomentari profil Anda. Beri approve pada permintaan pertemanan, gabunglah dalam cause, dan jangan pelit untuk menyapa teman Anda. Tambahkan teman baru di facebook Anda supaya Anda punya banyak relasi.
17. Cek Sabdaspace.org. Bukalah profil Anda dan klik bagian ‘track’. Periksa apakah ada orang yang memberi komentar pada tulisan Anda atau menomentari komentar Anda. Sebagai blogger yang baik Anda harus memberi respon pada mereka.
18.Akses situs purnawan kristanto. Siapa tahu ada tulisannya yang memicu ide Anda.
19. Buka jendela supaya sinar matahari pagi masuk rumah Anda. Nikmati sejenak suasana pagi.
20 . Sekarang tidurlah sambil meratap karena Anda akhirnya TIDAK JADI MENULIS CERPEN.
April 7th, 2010 — artikel, buku
” Duapuluh tahun lagi sejak sekarang, engkau akan kecewa karena tidak melakukan apa yang seharusnya kau lakukan. Angkatlah sauhmu. Tinggalkan dermaga aman. Kembangkanlah layarmu. Jelajahi! Impikan! Temukan!”
— Mark Twain
Saya terinspirasi ucapan Paulus Lie pada pertemuan pertama Sekolah Penulisan “Gloria” yang kemarin. Pendeta GKI Gejayan sekaligus ketua PGI DIY ini mengatakan bahwa kita tidak akan langsung menikmati buah dari penulisan buku. Kita baru bisa mulai menikmatinya beberapa tahun kemudian. Akan tetapi jika kita tidak memulainya dari sekarang, maka kita akan menyesal di kemudian hari. Hal yang sama dikatakan oleh Mark Twain. Jika Anda ingin melakukan sesuatu yang berarti, maka sekarang saatnya untuk memulai. Kita tidak pernah bisa memanen sesuatu jika tidak pernah mulai menaburkan benih dari sekarang. Sekarang saatnya untuk menabur. Sekarang saatnya mulai menulis buku.