Blog Go Gospel
Saya mulai ngeblog pada tanggal 11 Desember 2004 di www.blogspot.com. Pada waktu itu, saya hanya ikut tren dan sekadar iseng. Namun lama-kelamaan, saya mulai menyadari kekuatan blog. Tulisan-tulisan yang saya pasang di blog ternyata mendapat banyak tanggapan dari pengunjung. Mereka mengaku mendapat berkat dari blog saya. Sejak saat itu saya mulai bersemangat membuat tulisan-tulisan baru dan membongkar arsip tulisan lama untuk diunggah ke blog.
Kemudian muncul situs Multiply yang menawarkan feature menarik. Di situs ini, sesama blogger dapat berinteraksi dan mengetahui aktivitas kawan-kawannya. Saya pun teryarik dan nimbrung ke sini. Apalagi Multiply juga menyediakan fasilitas crossposting. Tulisan yang dipasang di Multiply akan otomatis dipasang pada Blogspot. Demikian juga sebaliknya. Itu artinya saya bisa ngeblog di tempat baru tanpa mengabaikan blog yang lama.
Karena merasa belum puas, maka pada bulan Juni 2008, saya mulai ngeblog pada domain sendiri (www.purnawan.web.id). Saya menggunakan program CMS (content management system) gratisan yang disediakan oleh Wordpress. Di sini saya lebih bebas dalam mendesain tampilan blog dan menambah widget yang dikehendaki. Asyiknya lagi, tulisan-tulisan yang sudah saya pasang di Blogspot dapat saya impor ke blog yang baru ini. Berarti tidak ada keterputusan dengan blog lama.
Selain ngeblog sendiri, saya juga ikut dalam blog yang dibuat secara keroyokan yaitu di Sabdaspace dan Kompasiana. Apa sih bedanya dengan blog pribadi? Untuk menerangkan perbedaannya, izinkan saya menggunakan analogi pasar dan warung. Blog keroyokan itu seperti pasar tradisional. Setiap blogger membuka kios-kios dan menawarkan dagangannya di dalam pasar. Pengunjung mendatangi salah satu kios lalu memilih-milih barang dagangan yang disuka. Kalau tidak cocok, dia dapat pindah ke kios lain tapi masih di dalam pasar itu. Sedangkan blog pribadi itu ibarat warung yang berdiri sendiri dan dikelola sendiri. Pengunjung hanya bisa melihat-lihat dagangan yang dijajakan oleh pemilik warung. Jika tidak suka, maka dia akan pergi dari warung itu.
Sampai sekarang saya sudah menelurkan lebih dari 700 tulisan dengan mulai dari humor, tips praktis, renungan, catatan perjalanan sampai dengan artikel. Pertanyaannya, untuk apa saya melakukan semua itu? Karena dorongan untuk berbagi. Baik itu berbagi pengalaman, berbagi pengetahuan atau sekadar berbagi perasaan. Singkatnya, saya ingin berbagi Kabar Baik.
Itu sebabnya, saya memilih judul “Go Blog the Gospel“, yang mengandung maksud mengajak Anda membagikan kabar baik. Kata Gospel berasal dari bahasa Inggris Anglo-Saxon, “God’s spell” atau perkataan Tuhan. Kata Gospel dapat ditilik dari bahasa Yunani yaitu evangelion atau euaggelion. Artinya “kabar baik.”
Ketika saya menjuarai sebuah lomba penulisan, saya tidak sabar untuk mennyampaikan kabar baik ini pada teman-teman dan keluarga. Hal serupa terjadi pada orang berdosa yang telah diselamatkan oleh anugerah Allah. Dia pasti memiliki keinginan yang meluap-luap untuk memberitakan kabar gembira ini kepada orang lain. Ada banyak cara untuk membagikan kabar sukacita itu. Salah satunya lewat blog ini. Lewat blog ini saya telah menyaksikan suatu keajaiban. Begitu saya selesai memposting tulisan di blog dan mematikan komputer, pada saat itu tulisan saya justru mulai bergerak, mengalir ke sudut-sudut dunia. Tanpa saya sadari, tulisan saya merambah ke berbagai wilayah yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Karena blog terus-menerus terpasang, maka pekabaran yang saya lakukan tidak mengenal waktu. Setiap saat tulisan-tulisan saya dapat dibaca oleh siapa saja. Inilah pekabaran Injil selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu.
Kegiatan ngeblog itu sebenarnya gampang-gampang-susah. Lihatlah, kata “gampang” dua kali lebih lebih banyak. Ngeblog itu memang lebih banyak gampangnya daripada susahnya. Asal bisa menulis dan menggunakan kompuer, Anda bisa mengunggah tulisan apa saja. Tidak ada yang dapat menghalangi Anda. Ini berbeda jika Anda mengirimkan sebuah tulisan ke majalah atau koran. Tulisan Andabelum tentu akan dimuat karena tergantung penilaian redaktur. Namun dalam ngeblog, hanya diri Anda sendiri yang menjadi penghalangnya. Biasanya penghalang itu berupa kemalasan dan kurang kepercayaan diri. Itu sebabnya, saya menekankan perlunya “kerinduan untuk berbagi.” Kalau Anda sudah memilikinya, maka langkah selanjutnya akan beres. Semua perkara teknis dapat diatasi dengan belajar sendiri atau minta tolong orang lain.
Saya berharap buku kecil ini dapat menemani Anda dalam aktivitas ngeblog Anda.
Judul: Blog Gospel
Penulis: Purnawan Kristanto
Penerbit: BPK Gunung Mulia


